Selasa, 14 Apr 2026
MENU

Bunuh Ibu Kandung, Pelaku Mengaku Menyesal

Sedulur, Pesanggaran - Pembunuhan yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya di Pesanggaran, Banyuwangi mulai menemukan titik terang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 31 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Terduga pelaku yang diketahui bernama Adi Setyawan telah menjalani pemeriksaan kejiwaan oleh tim ahli.

Dalam perkembangan terbaru, Adi mengaku menyesali perbuatannya. Pengakuan tersebut disampaikan saat dirinya menjalani pemeriksaan kejiwaan oleh dokter spesialis kejiwaan dari RS Graha Medika Gambiran, dr. Agustina Sjenny, Sp.Kj., Selasa, 7 April 2026.

Pemeriksaan sempat terkendala karena kondisi mental pelaku yang tidak stabil. Adi disebut mengalami tekanan psikologis sehingga kesulitan menyampaikan kronologi kejadian. Namun, pemeriksaan kemudian dilanjutkan sekitar pukul 18.45 WIB.


Baca Lainnya :

Dalam sesi tersebut, Adi mengungkapkan kondisi yang dialaminya sebelum kejadian tragis itu terjadi.

“Saya seperti orang bingung, perut saya sakit, dan ada bisikan di telinga saya untuk menghabisi nyawa ibu,” ungkap dokter menirukan keterangan Adi.

“Ingat ambil parang, kemudian gelap. Tidak sadar.”

Di akhir pemeriksaan, Adi menyampaikan penyesalannya dan mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur, S.H. membenarkan adanya perkembangan dalam penanganan kasus tersebut. 

“Kami masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan kejiwaan pelaku. Itu penting untuk mengetahui kondisi kejiwaan yang bersangkutan saat kejadian. Apakah dalam keadaan sadar penuh atau mengalami gangguan,” jelas AKP Maskur.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap akan memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, sembari mengedepankan hasil pemeriksaan ahli sebagai dasar pendalaman.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan guna melengkapi berkas perkara. Polisi juga memastikan situasi di lingkungan sekitar lokasi kejadian tetap kondusif setelah insiden tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan hubungan keluarga dekat serta dugaan adanya gangguan psikologis yang dialami pelaku. (gil)