Kamis, 08 Okt 2026
MENU

Satpol PP Pesanggaran Amankan Perempuan yang Hebohkan Pulau Merah

Sedulur, Pesanggaran - Ada kejadian yang mengundang perhatian pengunjung pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Selasa, 6 Oktober 2026.

Seorang perempuan tanpa identitas berlari menuju bibir pantai lalu melepaskan pakaian yang dikenakannya.

Sejumlah pengunjung sempat berupaya menenangkan perempuan tersebut. Mereka membujuknya agar mengenakan pakaian. Namun, perempuan tersebut sulit diajak berkomunikasi secara dua arah.

Pengelola wisata kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pesanggaran.


Baca Lainnya :

“Kami mendapat laporan dari pihak pengelola. Kami langsung menuju lokasi untuk merespons laporan tersebut,” ujar Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Pesanggaran, Suryono.

Petugas kemudian berusaha menenangkan perempuan tersebut. Setelah berhasil dibujuk, petugas membawanya ke kantor dan memberikan pakaian yang layak. Namun, petugas Satpol PP kesulitan mengetahui identitas perempuan tersebut.

“Awalnya kami ingin mengantar ke kediamannya, tapi ternyata tidak bawa identitas dan tidak bisa diajak komunikasi dua arah,” kata Suryono.

Karena kesulitan menemukan identitas dan alamatnya, petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi untuk membawa perempuan tersebut ke tempat penampungan (shelter).

“Hari ini (kemarin) sudah kami antar ke shelter Dinsos PPKB agar mendapat penanganan yang layak,” ucapnya.

Di tempat berbeda, Bhabinkamtibmas Desa Sarongan Briptu Robi Wijaya juga menangani seorang warga tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan jiwa di kampung Rajegwesi, Sarongan, Pesanggaran. Menurut Briptu Robi, warga merasa resah dengan keberadaan orang tersebut.

Upaya pengamanan ini untuk ketertiban lingkungan. Menurutnya, penanganan terhadap orang dengan gangguan jiwa tanpa identitas harus dengan pendekatan persuasif dan humanis.

“Kami mengutamakan pendekatan yang humanis. Yang bersangkutan kami amankan terlebih dahulu agar situasi tetap kondusif, kemudian kami berupaya mencari langkah penanganan dan tempat yang sesuai,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan. Apabila menemukan kejadian serupa, warga diharapkan segera melapor kepada petugas atau pemerintah desa setempat. (gil)